Ganti Ambulans Rusak Berat, Pemkab Lumajang Serahkan 29 Armada Baru ke Desa, salah satunya Desa Wonosari
- Jan 04, 2026
- Maz Umar
- Kesehatan
WONOSARI,KIM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang resmi menyerahkan 29 unit ambulans desa baru sebagai upaya memperkuat sistem layanan kesehatan darurat di wilayah pedesaan. Penyerahan armada ini dilakukan bersamaan dengan penandatanganan perjanjian penggunaan Barang Milik Daerah (BMD) di Aula Panti PKK Lumajang, Selasa (30/12) pukul 11.00 wib, salah satunya Desa Wonosari Kecamatan Tekung. Ambulans Diterima dengan suka cita oleh Kepala Desa Wonosari, Nur Hotip.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa peremajaan armada ini merupakan langkah krusial untuk memastikan keselamatan nyawa warga. Menurutnya, ambulans desa adalah garda terdepan dalam menangani kasus kegawatdaruratan sebelum pasien mencapai rumah sakit.
“Hari ini pemerintah daerah menyerahkan 29 ambulans desa sebagai pengganti armada lama yang kondisinya sudah rusak berat,” ujar Bunda Indah.
Bunda Indah mengakui proses penentuan desa penerima dilakukan melalui penilaian objektif yang cukup ketat. Hal ini dilakukan mengingat tingginya kebutuhan desa sementara anggaran daerah harus dikelola secara prioritas.
“Keputusan ini tidak mudah karena di satu sisi kami ingin berlaku adil, namun di sisi lain kebutuhan desa sangat besar,” imbuhnya.
Selain memberikan unit baru, Bunda Indah memberikan instruksi tegas kepada para kepala desa untuk menjaga aset negara tersebut. Ia mewanti-wanti agar ambulans tidak digunakan di luar fungsi medis.
Senada dengan Bupati, Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma menyampaikan bahwa pengadaan ini bertujuan untuk memangkas kesenjangan layanan kesehatan antarwilayah. Ia berharap para kepala desa dapat memahami kriteria penilaian yang menyebabkan belum semua desa menerima bantuan di tahap ini.
Secara strategis, pengadaan ambulans desa ini diharapkan mampu menjadi solusi atas kendala transportasi medis bagi kelompok rentan, seperti ibu hamil dan bayi baru lahir dengan risiko tinggi.
Langkah ini menjadi bagian dari misi besar Pemkab Lumajang untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) melalui percepatan penanganan pra-rumah sakit.(SL/KWB)